Fakta Tentang Hachiko Si Anjing Setia

Fakta Tentang Hachiko Si Anjing Setia

Daftaranjingras.web.id – Hachiko yang legendaris ternyata memiliki kisah sedih di balik layar yang tidak diketahui banyak orang. Secara umum, orang tidak mengetahui fakta tentang Hachiko secara mendalam. Dia hanya tahu bahwa Hachiko adalah anjing setia yang menunggu majikannya di stasiun selama bertahun-tahun. Kemudian, sebuah patung dibuat untuk mengenangnya di dekat Stasiun Shibuya. Meski begitu, masih ada fakta menarik yang masih belum diketahui publik tentang Hachiko. Mari kita lihat fakta tentang Hachiko yang mungkin belum Anda ketahui.

Proses Adopsi Hachiko
Kala itu, seorang profesor bernama Hidesaburo Ueno dari University of Tokyo tengah mencari anjing dengan ras Akita Inu. Lalu, ia membeli seekor anjing seharga 30 Yen di Kota Odate, Akita. Dengan menggunakan kereta cepat, anjing tersebut dibawa ke Tokyo.

Profesor Ueno pun memberikan nama Hachi pada si anjing mungil itu. Dan barulah ditambahkan kata ‘ko’ pada nama Hachi, sehingga menjadi Hachiko. Nama Hachi ini merujuk pada angka delapan dalam bahasa Jepang yang memiliki arti keberuntungan. Sejak saat itulah Hachiko hidup bersama dengan Profesor Ueno.

Jadi, jangan heran kalau kamu menjumpai adanya patung Hachikon di Stasiun JR Odate, Akita. Nggak hanya di Tokyo, patung Hachiko juga ada di Akita.

Hachiko Mati Karena Kanker!
Awalnya, penyebab kematian Hachiko diperkirakan karena adanya penyakit parasit. Namun, pada tahun 2010 lalu dilakukan otopsi ulang pada organ tubuh Hachiko yang telah diawetkan. Setelah diteliti kembali, Hachiko dipastikan meninggal karena menderita kanker.

Bahkan parahnya, di dalam perutnya juga terdapat beberapa tusukan sate Jepang (Yakitori). Kalau kamu tertarik untuk melihat organ tubuh Hachiko, bisa mengunjungi museum di The University of Tokyo’s Faculty of Argiculture.

Kehidupan Hachiko Setelah Profesor Ueno Meninggal
Tahukah kamu, berapa lamu Hachiko menunggu kepulangan Profesor Ueno yang telah meninggal? Menurut kabar, Hachiko menunggu login sbobet mobile selama hampir 10 tahun! Kisah pilu ini terus berlanjut karena Hachiko harus berpindah tangan berkali-kali alias ganti pemilik setelah Profesor Ueno meninggal.

Namun, lokasi rumah barunya itu cukup jauh dari area Shibuya. Hachiko pun kedapatan sering melarikan diri ke stasiun ini berkali-kali. Hingga akhirnya, Hachiko diadopsi oleh seorang pemilik yang rumahnya dekat dengan Stasiun Shibuya.

Dengan begitu, Hachiko bisa ke tempat itu tanpa perlu melakukan perjalanan jauh. Ada kabar pula, selama menunggu di area stasiun, Hachiko sering di-bully oleh orang yang lewat dan anak-anak. Duh, jadi makin miris nih!

Baca juga : Wajib Baca Kalau Bingung Cari Makanan Anjing

Hachiko Merupakan Ras Anjing Akita Inu
Jepang memiiki ras anjing lokal yang bernama Akita Inu. Akita Inu banyak ditemukan di area Prefektur Akita, di regional Tohoku. Area ini dikenal sebagai tempat dengan curah salju yang tinggi, selain Hokkaido.

Sehingga, ciri utama dari Akita Inu adalah memiliki bulu yang tebal sehingga cocok hidup di daerah dingin. Selain itu, Akita Inu jarang sekali menggonggong dan memiliki karakter yang setia kepada pemiliknya. Karenanya, banyak Akita Inu yang dijadikan peliharaan di Jepang. Termasuk Hachiko yang lahir di Kota Odate, Akita pada tahun 1923.

Hachiko dan Profesor Ueno Bersatu!
Setelah 90 tahun berlalu, akhirnya Profesor Ueno dan Hachiko dapat bersatu! Hal ini terlihat dari pembangunan patung Hachiko dan Profesor Ueno di area University of Tokyo. Donasi dari individu dan perusahaan berhasil dikumpulkan hingga mencapai 10 juta Yen.

Dengan uang donasi ini University of Tokyo membangun patung Hachiko yang bertemu dengan Profesor Ueno. Lokasinya cukup berdekatan dengan Ueno Park.

Related posts