Ras Anjing Yang Tergolong Cerdas

Ras Anjing Yang Tergolong Cerdas

Daftaranjingras.web.id – Semua anjing di dunia ini umumnya merupakan hewan yang pandai dan bisa menjadi sahabat manusia. Selain itu, mereka juga binatang yang bisa dilatih dan peka terhadap situasi di sekitar mereka.

Masing-masing jenis anjing memiliki keunikan tersendiri dan terbilang pintar. Di antaranya bahkan digunakan oleh departemen intelijen dan kepolisian di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Berikut beberapa ras anjing paling cerdas didunia

1. German Shepherd

Tidak mengherankan bahwa German Shepherd menjadi jenis terpopuler karena sifatnya yang berani, percaya diri, dan pintar. Anjing ini adalah hewan yang bisa diandalkan dalam berbagai situasi dan kondisi.

Download IDN Poker Play Apk Terbaru atau unduh aplikasi idnplay, anda bisa melakukanya dengan mudah dan gratis, dengan menggunakan link download apk idnplay yang telah sediakan agen resmi IDNPLAY Indonesia yakni Pokerplay338 melalui url di http://pokerplay338.net/ yang bisa anda akses langsung melalui smartphone anda.

Untuk itulah, mereka kerap dijadikan anjing pelacak oleh polisi, FBI, tim SAR, petugas bandara, dan banyak instansi pemerintah lainnya. Meski ras German Shepherd tidak selalu bisa menunjukkan rasa kasih sayangnya kepada sang majikan secara blak-blakan, tetapi mereka adalah anjing keluarga yang sangat setia dan bersahabat dengan anak-anak.

Baca Juga : 5 Anjing Termahal Di Dunia

2. Labrador Retriever

Labrador Retriever adalah anjing yang cerdas, lembut, dan ramah pada keluarga yang memeliharanya. Mereka adalah ras yang paling populer di Amerika Serikat. Umumnya, anjing ini bisa menjadi pemandu dan penyelamat yang baik.

Anjing Labrador mempunyai bentuk badan yang seimbang, sehingga cocok sebagai anjing pekerja atau anjing peliharaan di rumah. Labrador sangat mudah dilatih dan sangat penurut. Anjing jenis ini tidak terlalu peduli pada teritori, tidak banyak maunya, tenang, tidak agresif, tidak suka merusak, tidak terlalu sensitif terhadap suara ribut atau kesibukan kota, dan berbagai sifat “sulit” yang sering dimiliki anjing ras lain. Sesuai dengan namanya, Labrador Retriever senang mengambilkan sesuatu (retrieve) untuk sang majikan. Secara naluri, anjing Labrador senang sekali membawa barang dengan mulut, dan tidak jarang senang memasukkan tangan atau lengan orang ke dalam mulut dan menggigit-gigitnya seperti mengajak bermain. Anak anjing Labrador juga perlu dilatih agar tidak menggigit-gigit barang kepunyaan orang secara sembarangan seperti sepatu atau handuk.

3. Border Collie

Border collie adalah anjing yang energik, penuh kasih sayang, dan cerdas. Anjing ras ini adalah anjing pekerja sejati yang unggul dalam penggembalaan domba, atletis, kelincahan, memeluk, dan membantu pekerjaan manusia.

Border collie juga dikenal dengan karena herding eye yang dimiliki mereka, yakni sebuah tatapan intens yang digunakan untuk menatap dan menggiring hewan-hewan lain.

4. Golden Retriever

Golden retriever adalah anjing yang bisa berolahraga, cerdas, ramah, dan setia. Ras ini melakukan pekerjaan mereka dengan sepenuh hati dan mencoba untuk menjadi yang terbaik terhadap apa yang mereka lakukan. Entah itu berburu, melayani sebagai anjing pemandu, bekerja dalam upaya pencarian dan penyelamatan, atau hanya menjadi teman di rumah.

5 Anjing Termahal Di Dunia

5 Anjing Termahal Di Dunia

Daftaranjingras.web.id – Setelah dikejutkan dengan Crufts, Anjing bulldong dari miliarder nan cantik Kylie Jenner yang kabarnya berharga USD 50 ribu atau Rp 711 juta (Kurs USD 1 = Rp 14.232).

Ternyata tak hanya Crufts, masih ada anjing termahal lainnya salah satunya milik Ratu Elizabeth yang diberi nama Corgis. Namun dua anjing ini bukanlah yang termahal di dunia.

Tibetan Mastiff merupakan jenis anjing termahal yang pernah dijual dengan harga mencapai USD 1,6 juta setara Rp 22,7 miliar.

Selain Tibetan Mastiff , masih ada beberapa jenis anjing lainnya yang menjadi anjing termahal di dunia, mau tahu apa sajakah itu?

Berikut merupakan 5 anjing termahal di dunia :

1. Tibetan Mastiff

Anjing ini secara resmi menjadi anjing termahal di dunia ketika seorang pengusaha China membeli seekor anjing tibetan mastif berusia 11 bulan bernama ‘Big Splash’ seharga USD 1,6 atau Rp 22,7 miliar.

Baca Juga : Corrigin Dog Cemetery Tempat Wisata Di Australia

2. Akita

Terkadang sedikit sulit untuk membedakan antara Akita dan Shiba Inu. Seekor akitas dibanderol mulai dari harga USD 800 hingga USD 75 ribu atau Rp 1,06 miliar.

Anjing ini berukuran besar, memiliki keseimbangan tubuh dan proporsi tubuh yang baik, dan bertubuh kekar. Sifatnya tenang, setia, penurut, mudah diajar.

Perbandingan tinggi badan (diukur dari permukaan tanah sampai ke pundak) dan panjang badan (diukur dari pundak hingga titik di pantat) adalah 10 : 11. Anjing betina memiliki tubuh yang lebih panjang.

Betinanya memiliki tinggi sekitar 24 sampai 26 inchi, dan jantan 26 sampai 28 inci.

3. Lowchen

Anjing kecil ini memiliki bulu yang sangat panjang dan lebat pada bagian depannya. Anjing ini juga dijuluki sebagai ‘Singa kecil’ karena bulunya hampir mirip dengan singa. Anjing ini dibanderol seharga USD 3.000 hingga USD 8.000 atau Rp 113 juta.

4. Irish Wolfhound

Domhnall, anjing yang pernah berfoto bersama dengan Kate Middleton ini ternyata merupakan anjing pengawal Irlandia yang dibandrol dengan harga USD 2.000 atau Rp 28 juta.

5. Pharaoh Hound

Anjing jenis ini mungkin jarang terdengar, namun ternyata anjing ini memiliki harga yang sangat lumayan.

Anjing ini biasanya dibanderol dengan harga USD 2.000 hingga USD 5.000 atau Rp 71 juta. Anjing jenis ini ternyata merupakan salah satu ras anjing tertua dari Mesir.

Corrigin Dog Cemetery Tempat Wisata Di Australia

Corrigin Dog Cemetery Tempat Wisata Di Australia

Daftaranjingras.web.id – Patung anjing dengan kepala tegak dan simpul senyum bahagia menandai pintu masuk Corrigin Dog Cemetery, salah satu taman peringatan paling unik di Australia, yang berjarak sekitar 235 kilometer di tenggara kota Perth, tepat di tengah-tengah kawasan pertanian Wheat Belt.

Ini adalah sebuah area pemakaman yang didedikasikan secara khusus bagi anjing. Terdapat lebih dari 200 kuburan hewan kaki empat di sana, yang berasal dari seluruh penjuru Australia.

“Tempat ini adalah bab terakhir dalam kisah cinta Australia terhadap anjing. Di negara ini, hampir setiap orang memiliki anjing, entah itu petani, pemilik SPBU, dan bahkan mereka yang tinggal di padatnya perkotaan sekalipun,” ujar Que Ying Morrison, pemandu dari badan turisme Australia Barat.

Sejarah eksistensi Corrigin Dog Cemetery berawal pada 1974, ketika seorang pria lokal bernama Paddy Wright mencari tempat untuk mengubur anjing kesayangannya Strike.

Ia kemudian pergi sejauh 5 kilometer menyusuri Jalan Nasional Brookton ke arah barat pusat Kota Corrigin, hingga akhirnya menemukan sebuah tanah lapang yang sedikit berpasir, dan memutuskan untuk menguburkan Strike di sana.

“Sepertinya yang biasa terjadi di kota kecil, apa yang dilakukan Paddy diketahui seluruh penduduk setempat. Alih-alih mempertanyakan tindakan tak lazim itu, tidak sedikit dari mereka akhirnya mengikuti jejak Paddy sama-sama menguburkan anjing mereka di pemakaman terkait,” jelas Que Ying.

Berkembang Jadi Destinasi Wisata

Hingga awal 1980-an, tidak ada batu nisan di kuburan para anjing tersebut. Baru ketika seorang pria lokal bernama Alan Henderson memutuskan membuat petilasan untuk mendiang hewan kaki empat kesayangannya, tradisi terkait pun dimulai.

Lalu, pada 1992, pemerintah kota Corrigin membangun sebuah patung anjing berukuran cukup besar, untuk menandakan pemakaman unik tersebut di tepi jalan.Sejak itu, kunjungan wisata pun dimulai di Corrigin Dog Cemetery.

Baca Juga : 5 Negara Tertinggi Pengonsumsi Daging Anjing

“Pemakaman anjing tidak ditempatkan di sana sebagai objek wisata. Tapi waktu menunjukkan perkembangan ke arah tersebut,” kata Que Ying.

Corrigin menempatkan pamornya sebagai lokasi ikonik dalam hubungan manusia dan anjing pada 2002 lalu, ketika 1.527 ekor anjing dari seluruh Australia melakukan ziarah ke teman-teman kaki empat yang telah bersemayan tenang di sana.

Hingga saat ini, kegiatan tersebut tercatat sebagai satu-satunya rekor dunia dalam kegiatan besar yang menyertakan anjing.

Sejarah Singkat Corrigin

Corrigin adalah kota pertanian kecil, yang berlokasi di tengah kawasan agrikultur Wheat Belt.

Meski eksis sejak Abad ke-19, namun kota ini baru mendapat akses nasional setelah Perang Dunia I, ketika pemerintah Australia membuka jalur kereta dan fasilitas gudang gandum.

Kota ini berjarak sekitar 229 kilometer di barat Perth, dan menempati area di ketinggian 295 meter di atas permukaan laut.

Asal muasal penamaan Corrigin diyakini luas berasal dari julukan oleh masyarakat Noongar, yakni sub kelompok aborigin yang mendiami sisi barat daya dan tenggara negara bagian Australia Barat.

Selain pemakaman anjing, kota Corrigin juga terkenal sebagai salah satu wilayah di Australia yang kaya akan koleksi bunga liar, yang akan bermekaran secara luas di musim semi.

Sebagian kota ini juga memiliki singkapan batu granit dari masa purba, yang oleh masyarakat Ngooran dianggap sebagai situs suci. Salah satu yang paling terkenal adalah Gorge Rock, di mana terletak sekitar 19 kilometer sebelah tenggara pusat kota Corrigin.

Formasi batuan ini membentuk cekungan yang menampung limpasan air hujan, dan kerap digunakan sebagai sumber pengairan lokal.

5 Negara Tertinggi Pengonsumsi Daging Anjing

5 Negara Tertinggi Pengonsumsi Daging Anjing

Daftaranjingras.web.id – Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh aktivis pecinta hewan adalah melakukan upaya penghentian konsumsi daging anjing yang terus berkembang di sejumlah negara.

Bahkan, yang membuat para aktivis geram adalah saat ada beberapa negara yang menyelenggarakan festival makan daging anjing.

Beberapa negara pengonsumsi daging anjing terbesar di dunia bahkan telah memberlakukan UU yang mengatur perlindungan hewan. Jika dilanggar maka akan dikenakan sanksi.

Namun, tetap saja konsumsi daging anjing terus meningkat. Berikut 5 negara pengonsumsi daging anjing terbanyak di dunia,

1. Vietnam

Tak ada yang tahu persis kapan orang Vietnam mengonsumsi daging anjing. Namun, daging anjing di negara itu begitu populer.

Sekitar 5 juta anjing dikonsumsi di negara ini tiap tahun. Biasanya, mereka memakan daging anjing sembari minum alkohol bersama keluarga atau teman-teman.

Warga Vietnam percaya jika makan daging anjing dapat meningkatkan vitalitas para pria dan menghangatkan tubuh. Permintaan daging anjing di Vietnam selalu meningkat.

Bahkan, pasokan meluas hingga Thailand. Banyak anjing jalanan yang ditangkap lalu dibawa ke Vietnam untuk dimakan.

Baca Juga : Pria Ini Rela Terlilit Utang Demi Menghidupi 300 Anjing

2. China

China menjadi salah satu negara terbesar di dunia yang melakukan kekerasan terhadap anjing untuk dimakan dagingnya. Bahkan peredaran dagingnya telah menjadi industri di negara ini.

Ada sekitar 2 juta anjing yang disiksa setiap tahun. Biasanya, anjing akan disiksa terlebih dahulu sebelum akhirnya disembelih. Ini dilakukan agar anjing tidak menggigit.

Hewan malang ini akan dipatahkan kakinya lalu dikuliti hidup-hidup. Sadisnya, ada festival daging anjing yang dilakukan setiap tahun. Pada acara ini setidaknya ada 10 ribu anjing yang dibunuh lalu dimakan.

Alasan penduduk melakukan ini lantaran mereka mengklaim daging anjing sangat lezat dan lebih enak dibanding ayam atau sapi.

3. Korea Selatan

Konsumsi daging anjing di Korea Selatan pernah menembus 2,5 juta dalam satu tahun. Orang Korsel punya kepercayaan yang sama dengan warga China.

Mereka berpendapat bahwa daging anjing baik untuk kesehatan. Dagingnya juga dianggap lunak apabila dimakan.

Sudah ada banyak pertentangan dari aktivis hewan di Korea Selatan yang menyuarakan kekesalan mereka. Namun tetap saja masih banyak warga mengonsumsi daging itu.

4. Filipina

Setengah juta anjing disembelih tiap tahun di Filipina. Perdagangan daging anjing Filipina banyak yang berpusat di kota Baguio, di provinsi Benguet Pulau Luzon utara.

Di masa lalu makan anjing dikaitkan dengan ritual berkabung. Dalam 25 tahun terakhir, perdagangan daging anjing telah meningkat pesat karena alasan komersial daripada budaya.

Undang-undang disahkan pada tahun 1982, secara khusus melarang pembunuhan dan penjualan anjing untuk makanan. Namun, kebiasaan ini masih terus terjadi.

5. Indonesia

Meski didominasi oleh umat muslim, rupanya Indonesia juga masuk dalam daftar pengonsumsi daging anjing terbanyak di dunia.

Sebab, di Indonesia juga banyak masyarakat yang menganut kepercayaan lain. Salah satunya adalah warga di Tomohon yang mengonsumsi daging anjing.

Di salah satu pasar tradisional kota itu bahkan dengan gamblang menjajakan daging anjing. Rupanya, ibu kota Jakarta juga menjadi wilayah yang banyak mengonsumsi daging anjing.

Menurut laporan dari Badan Pertanian dan Keamanan Pangan, ada sekitar 40 ribu daging anjing yang dikirim ke Jakarta.

Pria Ini Rela Terlilit Utang Demi Menghidupi 300 Anjing

Pria Ini Rela Terlilit Utang Demi Menghidupi 300 Anjing

Daftaranjingras.web.id – Bagi para pecinta hewan seperti anjing, tentu tidak akan segan mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk merawat binatang peliharaannya. Baik itu untuk makanan hingga biaya perawatannya jika peliharaan sakit.

Mungkin apabila hanya memelihara satu atau dua ekor anjing tidak akan masalah. Walaupun nantinya anjing tersebut akan melahirkan beberapa ekor anak yang umumnya biayanya masih bisa diperkirakan.

Namun bagaimana jadinya bila kamu memelihara sampai 300 ekor? Tentu jumlah tersebut adalah jumlah yang fantastis. Selain harus mencukupi berapa banyak makanannya dalam sehari, tentu dibutuhkan tempat yang cukup besar untuk menampung seluruh anjing tersebut.

Kisah ini pun dialami oleh seorang pria Tiongkok yang sangat mencintai hewan. Walaupun sebelumnya dirinya cukup mampu untuk membiayai peliharaannya, namun kini pria tersebut terlilit hutang karena banyaknya hewan yang ditampung.

Berikut kisah pria adopsi 300 anjing dalam dua tahun terakhir.

Kisah Zhang Kai si pecinta binatang

Pria pecinta hewan Zhang Kai, adalah seorang pria berusia 41 tahun dari Chengdu, Tiongkok. Zhang bekerja sebagai manajer perusahaan milik negara dan baru saja membuka biro perjalanannya sendiri. Namun semuanya berubah ketika anjingnya yang berusia 13 tahun, yang ia besarkan sejak 2003 tiba-tiba mati.

Peristiwa tragis itu menyisakan kehampaan dalam hidupnya. Dan entah bagaimana membuatnya memperhatikan banyak anjing yang butuh perhatian di kotanya.

Baca Juga :

Awalnya, Zhang hanya menolong dua anjing dan membesarkannya di tempat ia bekerja. Namun seiring berjalannya waktu, tanpa disadari dirinya telah mengadopsi delapan anjing liar. Hal ini pun mempengaruhi bisnisnya, yang membuat dirinya menyewa sebuah rumah di pinggiran kota Chengdu untuk memelihara anjing-anjing tersebut.

Akan tetapi tempat tersebut tidak bertahan lama, ketika suara-suara anjing mengganggu tetangga, ia pun harus memindahkan anjing-anjingnya beberapa kali. Sampai akhirnya ia menemukan pabrik yang ditinggalkan 10 menit dari rumahnya di mana ia memulai perlindungan hewan, yang kini diberi nama Pusat Perlindungan Hewan Malaikat Kecil.

Pusat Perlindungan Hewan Malaikat Kecil

Tidak berhenti dalam merawat delapan anjingnya, namun dirinya mulai membawa lebih banyak anjing hampir setiap hari. Di pinggiran kota Chengdu, adalah tempat sejumlah anjing liar berkeliaran, dan setiap kali dirinya melihat ada yang membutuhkan perawatan medis, dia akan membawanya ke tempat perlindungannya.

Tidak lama setelahnya, biaya untuk memelihara anjing-anjing tersebut pun melampaui gaji bulanan dan pendapatan bisnisnya, akhirnya dirinya pun mulai mengambil pinjaman bank.

Para pecinta hewan yang terkesan dengan dedikasinya mulai memberikan donasi, tetapi dengan jumlah anjing yang terus bertambah, donasi tersebut pun tidaklah cukup. Pada awal 2019, anjing Zhang Kai berjumlah 300 anjing, tetapi beberapa dari mereka diadopsi, jadi dia saat ini memiliki sekitar 260 hewan dalam perawatannya.

Biaya untuk memelihara anjing-anjingnya dalam pusat perlindungan

Zhang mengatakan kepada wartawan Harian Bisnis Chengdu yang dilansir dari odditycentral, bahwa ia menghabiskan sekitar Rp 41 jutaan untuk anjing-anjingnya setiap bulan.

Dia membeli setidaknya dua kantong makanan anjing seberat 40 kg setiap hari, dan juga membayar dua pekerja sekitar Rp 12 jutaan sebulan untuk merawat anjingnya. Biaya bulanan itu merupakan perkiraan, karena tidak memperhitungkan biaya medis.

Pada tahun 2017, ketika mengambil pinjaman bank pertamanya sebesar Rp 420-an juta. Dirinya berpikir bahwa dapat mengembalikannya dalam waktu singkat. Namun ternyata hal ini di luar dugaan.

Pada awal tahun 2019, ia berutang lagi dengan jumlah lebih besar yaitu Rp 1,2 Miliar. Dan diam-diam menghabiskan Rp 41 jutaan dari kartu kredit ayahnya hanya untuk menutupi pengeluaran bulanannya.

Ketika orang tuanya menanyai tentang hal itu, dia tidak punya pilihan selain mengatakan kepada mereka bahwa tabungannya sudah habis dan dia sangat berutang budi.

Komentar orang tua Zhang Kai

“Kami tahu bahwa ia memelihara anjing, tetapi kami tidak tahu bahwa ia memiliki banyak anjing dan bahwa ia telah mengakumulasi begitu banyak hutang finansial,” kata ibu Zhang, Huang Mingshu kepada People.

Orang tua tua Zhang Kai, usia 69 dan 70, dipaksa ikut memikirkannya daripada menikmati pensiun mereka, hanya untuk membantunya mengikuti pengeluaran. Mereka berhasil membantu mengurangi utangnya, tetapi ketika Zhang memeriksa saldo bulan lalu, dirinya masih punya utang Rp 1 miliar untuk dibayarkan ke bank.

“Jika bukan karena dia memelihara anjingnya, kita semua akan baik-baik saja, tetapi sekarang seluruh keluarga dibebani oleh utang,” kata Huang Mingshu kepada People.

Meski Zhang Kai kini terbelit hutang tetapi dia tidak mau menyerah pada anjingnya.

“Saya pernah memelihara anjing, Anda tahu bahwa mereka hampir seperti manusia,” kata Zhang Kai.

“Tidak ada orang lain yang menginginkannya, adalah tanggung jawab saya untuk merawat mereka sampai akhir hidup mereka,” imbuhnya

1 2